Home - www.properti.net
 
 
   
Majalah Griya Asri: Pionir Media Arsitektur dan Interior

Tidak banyak media yang dapat eksis dalam jangka waktu lama. Dengan berfokus pada segmen pembaca tertentu, tidak jarang sebuah media ambruk dengan sendirinya. Hal ini tidak berlaku bagi Majalah Griya Asri, yang dua tahun lagi usainya genap 20 tahun.
 

 

 

 

Di awal tahun 1980-an dunia media masa tanah air didominasi oleh media-media politik, ekonomi, sosial dan kriminal. Sementara media-media khusus yang membidik segmen terbatas (media segmented) masih belum banyak dilirik investor. Kenyataan lapangan memang menunjukkan bahwa berita-berita politik, ekonomi, kriminal bahkan seks merupakan komoditi informasi yang sangat laku dijual. Itu sebabnya para investor berpikir panjang kalau ingin masuk ke bisnis media khusus. Paling tidak ia harus melakukan riset pasar yang serius dan meyakinkan.

Sebenarnya, prospek bisnis media khusus ini tidak jelek-jelek amat. Sebab bagaimana pun juga segmen pembacanya pasti tidak sedikit. Dan kelebihannya adalah memiliki pembaca yang loyal dan fanatik terhadap informasi media khusus. Disamping itu, ia membidik kalangan tertentu yang sudah pasti merupakan potential buyer, sehingga industri dan bisnis terkait tidak ragu-ragu memasang iklan di media tersebut. Tetapi itu semua harus memenuhi persyaratan bahwa media tersebut dikelola secara profesional dan pangsa pasar yang dituju tepat sasaran.

Pemahaman itu ditangkap oleh para penggagas majalah Griya Asri, yang kemudian menerbitkan sebuah majalah yang mengkhususkan diri pada informasi seputar dunia arsitektur, interior, taman dan lingkungan hidup. Pada waktu itu mereka melihat informasi tentang bisnis pendukung sektor properti ini di media massa masih sangat terbatas. Kalaupun ada, biasanya informasi yang ditampilkan tidak mendalam, bahkan kadang-kadang kurang akurat. Penyajian informasinya terkesan hanya sebagai pelengkap, alias asal ada saja.

Edisi Perdana
Terbitnya majalah Griya Asri -yang awalnya bernama majalah Asri-

 
   

- pada bulan Februari 1984, kata Pemimpin Perusahaan majalah Griya Asri, Ade A. Iskandarsjah Latief, sebenarnya merupakan jawaban atas kelangkaan informasi mengenai dunia arsitektur, interior, taman dan lingkungan hidup. "Kami menyadari bahwa ada komunitas yang haus akan informasi tentang dunia arsitektur dalam segala aspeknya," ujar Ade.

Dan terbukti, sejak terbit pertama kali diterbitkan, respon masyarakat khususnya kalangan arsitek, desain interior dan pertamanan cukup positif. Majalah Asri kemudian berkembang pesat sampai kota-kota besar di seluruh Indonesia. Animo masyarakat akan informasi yang diluncurkan majalah Asri pada akhirnya menjadi "Point of Interest" baru bagi dunia mass media, sehingga banyak majalah, dan koran menjadi aspek yang sama walaupun dalam porsi yang kecil.

Beberapa tahun kemudian, berkaca pada kesuksesan majalah Griya Asri, maka bermunculanlah majalah-majalah sejenis Griya Asri. Majalah-majalah tersebut juga mendapat sambutan positif dari masyarakat. Meskipun begitu, majalah Griya Asri tidak pernah merasa "terancam", sebab majalah ini sudah menjadi trade mark dan referensi bagi dunia arsitektur, interior serta pertamanan. "Dan saat ini yang ditampilkan Asri juga menjadi informasi melalui TV dan internet," tutur Ade dengan bersemangat.

Sesuai dengan visinya, jelas Ade, majalah Griya Asri yang merupakan pionir media arsitektur dan interior menampilkan informasi tentang aspek apapun yang relevan dan layak untuk diketahui masyarakat akan selalu diperlukan dan juga dicari. Pengetahuan atau aspek yang kini menjadi content majalah Griya Asri seperti asitektur, interior, taman/landscape, seni, wisata dan aspek yang terkait di dalamnya juga merupakan informasi dan pengetahuan yang diperlukan masyarakat khususnya di Indonesia.

"Sudah menjadi tugas majalah Griya Asri untuk menyajikan aspek tersebut secara popular dan mudah untuk dicerna. Sebab selain kita bidik segmen khusus, majalah ini juga ingin merangkul pembaca umum yang tertarik pada informasi di majalah Griya Asri," tandas Ade.

Untuk mendukung hal tersebut, pihak pengelola majalah Griya Asri menjalin kerjasama (kemitraan) dengan industri dan jasa terkait. Berbagai produk dan jasa telah ikut berpartisipasi dalam bentuk pemasangan iklan dan kerjasama lain yang saling menguntungkan. "Dalam menjalankan misi tersebut terdapat pula produk, produsen dan jasa yang perlu diinformasikan perannya, yang pada akhirnya menjadi bentuk kemitraan majalah Griya Asri," imbuh Ade.


Segmented Market
Ketika ditanya mengenai pangsa pasar utama yang dibidik majalah Griya Asri, Ade menjelaskan, sebagai majalah dengan "content" yang khas, maka majalah Griya Asri tergolong majalah khusus dengan pangsa pasar yang juga segmented. Dengan begitu, majalah Griya Asri secara sadar kemudian memposisikan diri pada segmen pembaca yang memerlukan informasi seputar arsitektur, interior, pertamanan dan lingkungan hidup.

"Mereka itu bisa dari berbagai kalangan dan profesional, dikarenakan cost of production (biaya produksi) Majalah Griya Asri cukup tinggi dan informasi yang disampaikan merupakan kebutuhan tersier, maka golongan yang kami tuju adalah B ++ atau kalangan menengah ke atas (menengah atas+)," kata Ade.

Ade menambahkan, meski ini media segmented dengan pembaca yang terbatas, namun pengelola media ini yakin informasi yang disajikan majalah Griya Asri banyak perlukan orang. Minat baca orang kan terus berkembang. Mereka tentunya tidak hanya membutuhkan berita-berita politik saja, namun informasi bersifat pengetahuan praktis, ringan tapi menambah pengetahuan makin diburu orang.

Memasuki tahun 1997, selama 13 tahun pasar Griya Asri mengalami perkembangan sangat pesat. Pasca 1997, menurut Ade, perkembangan pemasaran banyak berubah namun tetap berorientasi pada segmentasi yang terbentuk di kota-kota besar Indonesia khususnya Jabotabek dan pulau Jawa. Khusus di luar Jawa permintaan berlangganan Griya Asri tiap bulannya meningkat tajam. "Untuk Sumatera dan Sulawesi saja permintaan berlangganan rata-rata meningkat hingga 60% per bulan," jelas Ade.

Saat ini tiras Griya Asri efektif (terjual) 30.000 eksemplar. Sementara harga jualnya majalah Griya Asri (100 halaman)/exp adalah Rp. 25.000,-. Rata-rata iklan setiap terbit adalah 15 halaman. "Mudah-mudahan sesuai dengan rencana, Asri dapat terus meningkat. Kami harap kondisi eksternal juga dapat lebih mendukung, masyarakat lebih sejahtera dan Tuhan memberkati usaha kita semua," ungkap Ade optimis. Erl



top

 
   


Griya Asri

Jl. Gudang Peluru Barat IV no. 8 (Jln. M)

Tebet, Jakarta Selatan 12830

Telp. (021) 8297366, 8316272

Fax. (021) 8297366