Diantara
perubahan konsep yang dilakukan manajemen adalah memperkaya
isi pemberitaan yang tersedia pada rubrik-rubrik MPI dengan
membaginya ke dalam tiga sesi. Ketiga sesi tersebut adalah
Realestat, Uang dan Gaya Hidup. Ketiganya sesi ini tentu
saja saling melengkapi, karena ulasan satu dengan yang
lain saling terkait dengan bidang properti.
Sesi
Realestet menyajikan analisa tentang masalah properti.
Sesi Uang menyajikan soal pembiayaan serta investasi
di bidang properti. Sedangkan Gaya Hidup lebih banyak
menyajikan trend yang sedang berkembang di bidang desain
interior, landscape, furniture, sanitary, bahan bangunan
sampai dengan perilaku kaum selebritis dan publik figur
dalam mengelola propertinya.
Disamping
itu, MPI juga mempunyai rubrik khas sehingga ia tampil
beda dengan media-media kompetitor lain. Beberapa rubrik
khas yang ada pada media properti yang membidik segmen
kelas menegah-atas antara lain berupa liputan utama,
yang mengetengahkan isu yang bersifat nasional, ataupun
internasional yang memiliki dampak luas terhadap perkembangan
bisnis properti dan menyentuh kepentingan konsumen.
Kemudian
ada rubrik transaksi, yang mengulas hasil transaksi
sewa/jual, rumah, ruko, apartemen, di pasar sekunder
yang terjadi dalam satu bulan terakhir. "Dengan
adanya rubrik tersebut, kami harapkan MPI bisa dijadikan
panduan bagi konsumen yang akan menjual, membeli atau
menyewakan propertinya," jelas Joko dengan kalem.
Rubrik
lain yang juga bisa dinikmati konsumen adalah rubrik
tanah. Pada rubrik ini konsumen dapat mengetahui perkembangan
harga tanah di suatu kawasan yang dinilai prospektif
dan memiliki peluang investasi. Disamping itu, rubrik
harga properti dengan mengetengahkan harga-harga terkini
dari berbagai macam properti juga bisa anda baca di
MPI. Tak ketinggalan rubrik desain yang menyajikan berbagai
macam desain rumah, kantor, hotel secara bergantian.
Meskipun
rubrikasi yang tersedia di MPI sudah sangat beragam,
namun hal ini tidak membuat manajemen cepat puas. MPI
selalu berusaha memanjakan pembacanya dengan informasi-informasi
yang sangat dibutuhkan konsumen. Diantaranya sejak awal
tahun 2002 MPI beberapa kali telah mencoba menyajikan
rubrik produk terbaru, dimana isinya mengenai informasi-informasi
kawasan perumahan yang mengembangkan cluster atau proyek
baru.
Dalam
soal pendistribusian, agar pembaca lebih mudah dalam
mendapatkan MPI, secara resmi MPI terus mengembangkan
agen-agen distirbusi ke beberapa kota besar di Indonesia.
Saat ini, aku Joko, MPI mempunyai 15 agen yang tersebar
di beberapa kota besar di Indonesia, seperti wilayah
Jabotabek, Medan, Batam, Ujung Pandang, Balikpapan,
Banjarmasin, Surabaya, serta kota-kota lainnya. "Tapi
setelah kita pantau, ternyata hampir di seluruh kota-kota
propinsi MPI ada. Karena ternyata dari agen-agen tersebut
membuat sub-sub agen lagi," tandas Joko. Erl