Home - www.properti.net
 
 
 
   
Majalah Properti Indonesia:
Tetap Eksis di Tengah Pasang Surut Media Properti

Bermunculannya media properti saat ini, tidak membuat Majalah Properti Indonesia (MPI) khawatir ditinggalkan segmen pembacanya. Buktinya hingga saat ini, MPI masih tetap eksis sementara "pendatang-pendatang baru" muncul dan tenggelam.
 

 

 

 

Sejak media ini terbit 1 Februari 1994, ia tetap eksis hingga saat ini. Meskipun di awal tahun 2001 sempat bermunculan media-media sejenis namun Majalah Properti Indonesia (MPI) masih berkibar. Sementara "pendatang-pendatang baru" itupun akhirnya banyak yang berguguran. Ini membuktikan, media beroplah 25.000 eksemplar ini benar-benar telah memiliki brand name yang kuat di mata pembacanya. Tidak hanya itu, kekokohan MPI ini juga ditunjukkan dengan kemampuannya bertahan di tengah gelombang krisis moneter sepanjang tahun 1997-1999.

 

Sebelumnya, majalah ini bernama Info Papan. Kemudian pada 31 Januari 1994, berubah namanya menjadi MPI. Majalah pertama di Indonesia yang khusus menampilkan liputan analisa bisnis properti serta industri terkait yang aktual, sepertinya tidak terpengaruh dengan kehadiran para kompetiternya. "Sebagai perintis media properti, kami tidak keder dengan kehadiran "pendatang baru". MPI sudah memiliki brand name yang cukup baik, jaringan distribusi yang luas, serta pembaca yang setia. Jadi untuk apa khawatir," ujar Joko Yowono, Pemimpin Redaksi MPI.

Pada awal berdirinya, beberapa kalangan menilai materi pemberitaan yang disuguhkan lebih banyak yang memihak ke pengembang. Tetapi sebenarnya, kata Joko, MPI tidak pernah bermaksud memihak kepada satu pihak. Karena pakem semua media manapun tidak diperbolehkan memihak. Keberpihakan MPI menurut Joko, lebih kepada kepentingan masyarakat konsumen properti secara umum.

Hal tersebut hanya merupakan opini yang berkembang di masyarakat, yang menganggap media yang membidik segmen menengah atas (kelompok AB) adalah medianya para pengembang. Untuk menepis kesan itu, pada tahun 1998 pihak manjemen melakukan penyegaran rubrikasi, logo dan motto MPI.

 
   

Ini juga dimaksudkan untuk mempertegas dimana keberpihakan MPI sebenarnya.

 

Di tahun 1998 dimana sedang terjadi krisis ekonomi di Indonesia, MPI kembali mempertegas materi pemberitaan serta target pasarnya. Rubrikasi yang adapun mulai diperbaharui dan ditambah. Tujuannya adalah guna menjangkau pasar lebih luas lagi, serta menjadikan MPI sebagai media yang benar-benar menyuarakan kepentingan konsumen. "Akibat krisis ekonomi yang melanda pada tahun 1998, bisnis properti anjlok dan banyak pengembang yang drop. Sebagai majalah segmented, kami berusaha memperluas jaringan pasar dengan meninggalkan konsep lama," tutur Joko.

Membenahan Konsep

Diantara perubahan konsep yang dilakukan manajemen adalah memperkaya isi pemberitaan yang tersedia pada rubrik-rubrik MPI dengan membaginya ke dalam tiga sesi. Ketiga sesi tersebut adalah Realestat, Uang dan Gaya Hidup. Ketiganya sesi ini tentu saja saling melengkapi, karena ulasan satu dengan yang lain saling terkait dengan bidang properti.

Sesi Realestet menyajikan analisa tentang masalah properti. Sesi Uang menyajikan soal pembiayaan serta investasi di bidang properti. Sedangkan Gaya Hidup lebih banyak menyajikan trend yang sedang berkembang di bidang desain interior, landscape, furniture, sanitary, bahan bangunan sampai dengan perilaku kaum selebritis dan publik figur dalam mengelola propertinya.

Disamping itu, MPI juga mempunyai rubrik khas sehingga ia tampil beda dengan media-media kompetitor lain. Beberapa rubrik khas yang ada pada media properti yang membidik segmen kelas menegah-atas antara lain berupa liputan utama, yang mengetengahkan isu yang bersifat nasional, ataupun internasional yang memiliki dampak luas terhadap perkembangan bisnis properti dan menyentuh kepentingan konsumen.

Kemudian ada rubrik transaksi, yang mengulas hasil transaksi sewa/jual, rumah, ruko, apartemen, di pasar sekunder yang terjadi dalam satu bulan terakhir. "Dengan adanya rubrik tersebut, kami harapkan MPI bisa dijadikan panduan bagi konsumen yang akan menjual, membeli atau menyewakan propertinya," jelas Joko dengan kalem.

Rubrik lain yang juga bisa dinikmati konsumen adalah rubrik tanah. Pada rubrik ini konsumen dapat mengetahui perkembangan harga tanah di suatu kawasan yang dinilai prospektif dan memiliki peluang investasi. Disamping itu, rubrik harga properti dengan mengetengahkan harga-harga terkini dari berbagai macam properti juga bisa anda baca di MPI. Tak ketinggalan rubrik desain yang menyajikan berbagai macam desain rumah, kantor, hotel secara bergantian.

Meskipun rubrikasi yang tersedia di MPI sudah sangat beragam, namun hal ini tidak membuat manajemen cepat puas. MPI selalu berusaha memanjakan pembacanya dengan informasi-informasi yang sangat dibutuhkan konsumen. Diantaranya sejak awal tahun 2002 MPI beberapa kali telah mencoba menyajikan rubrik produk terbaru, dimana isinya mengenai informasi-informasi kawasan perumahan yang mengembangkan cluster atau proyek baru.

Dalam soal pendistribusian, agar pembaca lebih mudah dalam mendapatkan MPI, secara resmi MPI terus mengembangkan agen-agen distirbusi ke beberapa kota besar di Indonesia. Saat ini, aku Joko, MPI mempunyai 15 agen yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia, seperti wilayah Jabotabek, Medan, Batam, Ujung Pandang, Balikpapan, Banjarmasin, Surabaya, serta kota-kota lainnya. "Tapi setelah kita pantau, ternyata hampir di seluruh kota-kota propinsi MPI ada. Karena ternyata dari agen-agen tersebut membuat sub-sub agen lagi," tandas Joko. Erl


top

 
   

PT. Totalmegah Medianusa

Bungur Grand Centre

Blok A-2, Jl. Ciputat Raya No. 4-6,

Kebayoran Lama, Jakarta 12240

Telp. (021) 7253470

Fax. (021) 7395358