New Release
- Majalah Properti Indonesia, Tetap Eksis di Tengah Pasang Surut Media Properti -

kontak

iklan

faq

login
Cari: Status: Lokasi:    
advanced
Most Favourite Links
Pasang Iklan Baris | Properti eCards | Lowongan | Harga Tanah | Harga Rumah Baru
Agenda Acara
Broker
KPR
Bisnis Terkait
Konsultasi
Lembaga Pendidikan
Profil Proyek
Tinjauan Riset
Toko Virtual
   KONSULTASI
Hongshui

Aplikasi Feng Shui Dalam Perencanaan Kawasan Realestat

Dalam tempo sepuluh tahun terakhir ini feng shui telah menyebar dan dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Pada umumnya masyarakat menerima dengan baik, bahkan banyak di antara mereka yang sebelum membeli atau menyewa produk properti (realestat) menanyakan apakah feng shui dari produk tersebut baik.

Persepsi masyarakat selama ini kegunaan dan pemakaian feng shui hanyalah untuk bangunan tunggal seperti rumah tinggal. Pendapat ini tidak tepat, sebab ada kondisi di mana suatu lingkungan tempat suatu bangunan berdiri tidak menunjang kebaikan feng shui bangunan tersebut.
Jadi kalaupun feng shui sebuah bangunan tunggal baik, maka tidak akan sempurna apabila kawasan dan lingkungan di sekelilingnya tidak mendukung. Oleh karena itu sangat penting bagi mereka yang berminat pada produk realestat untuk juga mengetahui apakah feng shui lingkungan kawasan itu juga baik.


Prinsip dan Aturan Feng Shui

Prinsip dan aturan feng shui didasarkan kepada keselarasan dan keseimbangan Yin-Yang atas Lima Elemen. Kedua, kondisi Yin dan Yang, dituntut harus ada dalam suatu kawasan. Yin menunjuk pada sifat-sifat pasif, tenang, feminin, gelap, statis, dan diam. Adapun Yang menunjuk pada sifat-sifat aktif, gerak, maskulin, terang, dan dinamis.
Keadaan seperti itu dapat dilihat pada sifat-sifat yang dimiliki oleh lingkungan, baik alam maupun buatan. Elemen ruang dan lansekap mampu menunjukkan karakter Yin dan Yang. Memang diperlukan suatu kepekaan untuk dapat mengidentifikasi sifat Yin dan Yang, dan seharusnya hal itu dapat diterangkan sebagai gejala alam. Nah, keseimbangan sifat Yin dan Yang ini, sangat diperlukan oleh suatu lingkungan real-estat yang baik.
Lima elemen bumi sendiri adalah Air, Api, Kayu, Logam, dan Tanah. Kelima elemen ini menunjukkan adanya hubungan produktif dan pelemahan atau pengendalian. Siklus produktif adalah Air memberi hidup pada Kayu, Kayu dapat menyalakan Api, apa yang dibakar Api menjadi abu atau Tanah, di dalam Tanah terdapat Logam, dan Logam akan mengkondensasi udara menjadi Air.
Siklus pengendaliannya yaitu Air mematikan Api, Api melelehkan Logam, Logam memotong Kayu, Kayu menginjak Tanah, dan Tanah menyerap Air. Keselarasan antara elemen menjadi pokok yang dapat dituju dalam menerapkan Feng Shui yang baik. Elemen ruang dalam lingkungan realestat dapat dilihat ciri-cirinya yang menunjukkan sifat-sifat elemen tersebut. Pada prinsipnya hubungan yang serasi antara kelima elemen ini akan mampu meningkatkan tenaga kosmis yang disebut 'Chi' dalam kawasan real-estat yang baik.

Penerapan Yin-Yang
Lima Elemen

Prinsip Yin-Yang memang kedengarannya sangat sederhana. Seorang perencana tata letak (masterplan) akan mampu mengkombinasikan antara kondisi alam yang ada dengan unsur-unsur rencana. Yang dimaksud dengan unsur-unsur rencana adalah bangunan, jalan beserta infrastrukturnya, dan vegetasi.

Bangunan yang besar dan kecil, dinamis dan statis, kaku dan luwes, solid dan transparan merupakan sifat-sifat Yin dan Yang yang dapat dipadukan dalam lingkungan realestat. Demikian pula halnya dengan bentuk jalan, lurus dan berkelok, sempit dan lebar, naik dan turun, permukaan halus dan kasar, merupakan sifat-sifat yang dapat dipadukan dan ditempatkan secara asri dalam lingkungan realestat. Vegetasi yang merupakan unsur tumbuh-tumbuhan dapat diterapkan dengan menyusun dan mengkomposisikan tanaman yang kecil dan besar, beranting kecil dan berbatang besar, berdaun kecil dan lebar, berwarna lembut dan terang.

Perpaduan dari unsur-unsur rencana dengan kuantitas dan kualitas yang seimbang dan memadai merupakan keterpaduan unsur-unsur yang diharapkan dalam Feng Shui. Tentu saja perencana diharapkan mampu melihat prinsip Feng Shui ini dalam perspektifnya masing-masing. Keselarasan lima elemen dalam lingkungan bisa diciptakan dengan mengenali unsur-unsur rencana yang bisa dikategorikan ke dalam lima elemen (Air, Api, Kayu, Logam dan Tanah).
Kategorisasi sifat masing-masing unsur rencana didasarkan pada dominasi unsur tersebut menurut elemen-elemen bumi tadi. Sebagai contoh vegetasi yang lebat memperlihatkan unsur Kayu, atap segitiga dengan genteng merah menunjukkan sifat Api, tanah dan batuan menunjukkan sifat Tanah.
Warna juga dapat menunjukkan sifat elemen, seperti Kayu berwarna hijau dan biru muda, Api adalah warna kemerahan dan oranye, Logam warna putih dan kuning emas, Air warna hitam dan biru tua, sedangkan Tanah berwarna kuning, coklat dan krem.

Dalam kaitannya dengan arah kompas, maka setiap elemen juga memiliki arahnya masing-masing. Air adalah posisi Utara, Kayu pada sudut Timur dan Tenggara, Api di sektor Selatan, Logam menempati kedudukan Barat dan Barat Laut, Tanah berada di posisi sentral, tengah serta Timur Laut dan Barat Daya. Penerapan arah kompas ini dalam suatu lingkungan realestat yaitu dengan membagi kegiatan-kegiatan yang biasanya dikenal dengan zona kegiatan sesuai dengan sifat elemen.

Sebagai contoh, sarana bermain anak-anak dan tempat olah raga adalah elemen Api. Pertokoan dan daerah bisnis yang mendatangkan kemakmuran disimbolkan dengan Air. Area perumahan merupakan tempat istirahat para penghuninya, disimbolkan dengan unsur Tanah. Unsur Logam terkait dengan kegiatan yang bersifat spiritual. Demikian, maka perencana akan dengan cepat menempatkan kegiatan-kegiatan tersebut sesuai dengan sifat-sifat berdasarkan simbol elemen buminya.

Contoh penerapannya seperti ini. Elemen Air secara harafiah adalah air itu sendiri dan unsur alam maupun buatan yang bentuknya berombak. Karena posisi Air diwakili oleh posisi Utara maka sebaiknya unsur ini ditempatkan di arah itu. Tetapi karena unsur Air ini juga serasi dengan unsur Kayu yang dihasilkannya serta unsur Logam yang menghasilkannya, maka tentu saja posisi Air juga dapat ditempatkan pada sektor tersebut.

Dalam Feng Shui maka posisi Air ini kurang tepat diletakkan di daerah Selatan yang dikuasai oleh Api. Apabila perencana dengan terpaksa ingin menempatkan unsur rencana yang bersifat Air di posisi Selatan, maka ada baiknya untuk menambahkan satu unsur lain sehingga keseimbangannya lebih terkendali.

Satu hal yang penting juga dipertimbangkan ialah bahwa kreatifitas dalam menciptakan lingkungan yang indah harus terjaga dan ditingkatkan. Dan, keseimbangan Yin-Yang lima elemen dalam lingkungan menjadi paradigma yang senantiasa perlu diingat bagi perencana kawasan realestat pada saat membuat rencananya.

(29 - Nov - 2001)

Kembali


home | rilis | kontak | faq | profil | info iklan | disclaimer | sepatah kata | dewan penasehat | dewan pakar
Copyright © properti.net 2004
best view with Internet Explorer 5.0 or higher